-->

About Me

Me Firman Syah adalah mahasiswa Digital Business yang aktif membangun bisnis dengan brand Agang ID. Ia fokus mengembangkan usaha, belajar investasi, dan terus meningkatkan skill, serta dikenal sebagai pribadi yang siap menghadapi risiko dan tantangan dalam dunia bisnis.

Brithday 23-22-1998
Call +628772699****
Email f*******@gmail.com
Website Knowlagi.my.id

My Skill

Saya sedang belajar HTML dan CSS untuk membangun tampilan website yang rapi dan responsif.

HTML5 & CSS

My Experience

Entrepreneurial Journey
2023 - Present
Owner – Agang.id

Founder dan pemilik Agang.id, brand kuliner yang berfokus pada penjualan rice bowl dengan strategi pemasaran digital. Mengelola branding, promosi online, pelayanan pelanggan, serta pengembangan bisnis secara mandiri.

My Blog

Latest blog

 









Pada perdagangan Senin (2/2), pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar yang terlihat dari penurunan IHSG sebesar 4,88% hingga turun ke level 7.923. Pelemahan ini mencerminkan aksi jual yang cukup luas di pasar, di mana mayoritas saham berada di zona merah dan sentimen investor cenderung berhati-hati. Penurunan hampir 5% dalam sehari tergolong signifikan dan menunjukkan adanya tekanan kuat, baik dari faktor eksternal seperti sentimen global maupun faktor internal seperti aksi ambil untung dan pergeseran dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Situasi seperti ini biasanya membuat pelaku pasar memilih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali melakukan akumulasi besar.

Namun menariknya, di tengah koreksi tajam IHSG, tetap ada sejumlah saham yang justru mencatat kinerja positif dan masuk kategori top leaders. Dari gambar terlihat SOHO menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan paling tinggi, jauh melampaui saham lain pada hari itu. Selain SOHO, saham seperti AADI, ICBP, UNVR, SMGR, TCPI, PGAS, INDF, BBCA, dan BBRI juga masih mampu bertahan di zona hijau. Kenaikan saham-saham ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar tidak sepenuhnya seragam; investor masih melakukan pembelian selektif pada emiten yang dinilai punya fundamental kuat, prospek bisnis stabil, atau memiliki sentimen positif tersendiri. Fenomena ini sering disebut rotasi sektor atau selective buying, di mana dana tidak benar-benar keluar dari pasar, tetapi berpindah ke saham yang dianggap lebih tahan terhadap gejolak.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa meskipun IHSG secara keseluruhan melemah tajam, peluang tetap ada bagi saham-saham tertentu untuk bergerak naik. Bagi investor, situasi seperti ini biasanya menjadi momen untuk lebih fokus pada analisis fundamental dan manajemen risiko, karena volatilitas pasar meningkat dan pergerakan harga bisa menjadi lebih cepat dari biasanya.



 

Malam itu, tenda kecil AGANG.ID berdiri seperti biasanya. Lampu menyala, menu terpasang, dan aktivitas jualan tetap berjalan. Dari luar, tak ada yang berbeda. Tapi bagi kami, malam itu adalah penutup satu perjalanan penting.

Ariel duduk bersama Yobi—dua anak muda yang selama lima bulan terakhir menjadi bagian dari AGANG.ID. Mereka bukan hanya rekan kerja. Mereka tumbuh bersama: bekerja berdampingan, belajar disiplin, dan memegang satu nilai yang tak pernah kami tawar ketika adzan berkumandang, jualan ditinggalkan.

Ariel memutuskan untuk pamit.
Bukan karena lelah.
Bukan karena menyerah.

Ia harus kembali menempuh pendidikan SMA-nya. Sekolah lamanya memang tidak memberinya akhir yang mudah. Ada masalah, ada kegagalan, dan ada pintu yang sempat tertutup. Namun hidup memberinya satu kesempatan lagi—dengan syarat yang berat: berhenti bekerja dan fokus sekolah.

Sebagai pemilik AGANG.ID, saya, Firman, berdiri malam itu bukan hanya sebagai pemilik usaha, tetapi sebagai orang yang harus belajar merelakan. Bersama partner saya, Fazle, kami sepakat: tidak semua orang yang datang ke usaha ini ditakdirkan untuk tinggal lama. Ada yang memang hanya singgahuntuk belajar, untuk bertumbuh, lalu melanjutkan jalan hidupnya sendiri.

Di samping Ariel, ada Yobi.
Dan di sanalah momen paling jujur terjadi.

Saat Ariel benar-benar pamit, Yobi tak lagi mampu menahan air mata. Tangisannya bukan drama. Itu adalah luapan dari kebersamaan yang tulus—kerja keras yang dibagi, lelah yang dipikul bersama, dan mimpi kecil yang sama-sama dijaga.

Tangisan itu mengingatkan kami bahwa usaha kecil bukan hanya tentang omzet, margin, atau grafik penjualan. Usaha kecil adalah tentang manusia.

Kami melepas Ariel dengan doa dan restu. Bukan janji kosong, bukan ikatan yang menahan. Kami ingin dia menyelesaikan sekolahnya, memperbaiki arah hidupnya, dan kelak berdiri dengan lebih siap. Jika suatu hari jalan kami bertemu lagi, itu akan terjadi dengan versi dirinya yang lebih kuat.

Malam itu, AGANG.ID tetap berjualan.
Namun satu hal berubah:
kami tidak kehilangan karyawan kami mengantarkan seseorang ke tahap hidup berikutnya.

Dan bagi kami, itu adalah bentuk keberhasilan yang sering tak tercatat di laporan keuangan.

Penutup

AGANG.ID mungkin hanya tenda kecil di pinggir jalan.
Tapi kami percaya, nilai besar bisa tumbuh dari tempat sederhana, selama manusia di dalamnya diperlakukan dengan hormat.

Terima kasih, Ariel.
Teruslah melangkah.
Dan terima kasih, Yobi, karena telah mengajarkan kami bahwa ketulusan tidak pernah sia-sia.



Why do we need financial literacy?

Melek finansial berarti memahami cara mengatur, mengelola, dan menumbuhkan uang dengan bijak. Orang yang melek finansial tidak hanya bekerja untuk uang, tapi tahu cara membuat uang bekerja untuk mereka. Don’t work for money; make money work for you.” – Robert Kiyosaki.

Menurut Robert Kiyosaki, kekayaan sejati bukan ditentukan dari seberapa besar penghasilanmu, tapi dari seberapa baik kamu mengelola dan memanfaatkan uang itu agar terus berkembang. Sementara Napoleon Hill menekankan pentingnya pikiran dan tujuan yang jelas  karena kekayaan berawal dari cara berpikir yang terarah dan tindakan nyata.Whatever the mind can conceive and believe, it can achieve.” – Napoleon Hill

Dengan melek finansial, kita belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menghindari gaya hidup konsumtif, serta membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini. Selain itu, literasi finansial membantu kita menghadapi situasi tak terduga seperti krisis atau kehilangan pekerjaan, karena kita sudah memiliki rencana dan cadangan keuangan yang matang.

Melek finansial juga membuat hidup lebih terarah. Kita jadi tahu cara mencapai tujuan  entah membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau mempersiapkan masa depan. Seperti kata Kiyosaki, “Masalah utama bukanlah kurangnya uang, tapi kurangnya pengetahuan.” Dan Hill menegaskan, “Pikiran adalah awal dari segala kekayaan.”

Jadi, belajar finansial bukan hanya soal uang, tapi tentang bagaimana kita mengendalikan hidup dan membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.“Financial literacy is the roadmap to freedom and opportunity.”

  • Dasar-Dasar Melek Finansial

1. Memahami Arus Uang
Catat dari mana uang datang (pemasukan) dan ke mana uang pergi (pengeluaran).

2. Membedakan Kebutuhan vs Keinginan
Prioritaskan kebutuhan pokok dan hindari gaya hidup konsumtif.

3. Menabung Secara Konsisten
Sisihkan sebagian uang untuk tabungan dan dana darurat.

4. Belajar Berinvestasi
Kenali dasar investasi agar uang bisa berkembang, bukan hanya disimpan.

5. Mengelola Risiko & Keuangan Tak Terduga
Siapkan rencana keuangan, dana darurat, dan asuransi bila perlu.

6. Membangun Tujuan Finansial
Tentukan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang, lalu ukur kemajuannya.

7. Mengembangkan Mindset Kekayaan
Pikirkan bagaimana uang bisa menghasilkan lebih banyak uang dan ambil tindakan nyata.

8. Kedisiplinan & Konsistensi
Kelola uang dengan bijak setiap bulan, jangan berdasarkan emosi.

 


Kenapa Kerja Keras Saja Tidak Cukup? Rahasia Uang Bekerja untuk Kita

Berinvestasi itu penting karena memberikan kesempatan bagi uang kita untuk bekerja sendiri dan tumbuh seiring waktu, bukan hanya mengandalkan penghasilan dari kerja keras sehari-hari. Banyak orang fokus pada pekerjaan atau usaha mereka, tetapi jika seluruh penghasilan hanya digunakan untuk konsumsi sehari-hari tanpa disisihkan untuk investasi, maka pertumbuhan finansial jangka panjang hampir mustahil. Investasi memungkinkan kita menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, seperti pendidikan anak, membeli rumah, memulai usaha baru, atau bahkan pensiun dengan nyaman.

Sebagai contoh, bayangkan ada dua orang, A dan B. A hanya menabung hasil kerjanya di rekening biasa, sementara B menabung sebagian penghasilannya di instrumen investasi seperti reksa dana atau saham. Setelah 10 tahun, meskipun A rutin menabung, uangnya hanya bertambah sedikit karena bunga tabungan sangat rendah. Sedangkan B, meski menabung sama jumlahnya, investasinya tumbuh lebih cepat karena adanya imbal hasil dari investasi, sehingga nilai kekayaannya jauh lebih besar.

Selain itu, investasi juga menjadi perlindungan terhadap inflasi, yaitu meningkatnya harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Uang yang disimpan saja tanpa diinvestasikan nilainya akan menurun karena daya beli berkurang. Dengan berinvestasi, kita tidak hanya melindungi uang kita, tetapi juga menambah peluang memperoleh keuntungan yang bisa mempercepat pencapaian tujuan finansial.

Singkatnya, berinvestasi bukan sekadar untuk menambah uang, tapi untuk membangun keamanan dan kebebasan finansial. Ini memastikan bahwa kerja keras kita tidak hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih stabil dan cerah.

Pak Purbaya mengatakan di video ini :Saya dulu S1 teknik elektro, cuma kerja kerja kerja tanpa paham duit. Setelah S3 ekonomi di luar negeri, baru ngerti pentingnya menabung dan berinvestasi. Sekarang uang saya lebih banyak, karena kerja, nabung, dan investasi. Teman-teman, kerja keras boleh, tapi jangan lupa investasi. Kalau enggak, kita bisa kerja terus sampai tua tanpa pernah menikmati hasilnya.”

Dari perkataan Pak Purbaya, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil:

Kerja keras saja tidak cukup. Hanya bekerja tanpa memahami cara mengelola uang membuat hasil kerja sulit dinikmati. Karena itu, literasi finansial menjadi kunci utama belajar tentang uang, menabung, dan berinvestasi agar setiap kerja keras memberi hasil nyata. Dengan konsistensi menabung dan berinvestasi, pola sederhana “kerja, nabung, invest” mampu membangun kekayaan secara bertahap. Tanpa investasi dan perencanaan keuangan, kita bisa bekerja tanpa henti namun tak pernah benar-benar menikmati hasilnya. Investasi adalah kunci masa depan. Melalui investasi, uang bisa bekerja untuk kita, bukan hanya kita yang bekerja untuk uang. Seperti Pak Purbaya, perubahan besar datang ketika kita mau terus belajar sepanjang hidup memperluas wawasan, memperdalam ilmu, dan mengubah cara pandang terhadap keuangan.

Seiring dengan berkembangnya waktu, alat tukar tidak selalu berbentuk fisik, seperti uang logam atau kertas. Ada juga bentuk alat tukar baru yang disebut dengan uang kripto. Apa itu kripto? Bagaimana cara kerja uang tersebut? Mari kita bahas satu persatu. 

Pada masa sekarang, pembicaraan tentang cryptocurrency atau uang kripto sangat diminati oleh kaum muda. Bahkan, ada banyak orang yang menilai bahwa investasi uang kripto lebih menguntungkan daripada investasi saham. Hal itu membuat semua orang penasaran apa itu uang kripto dan bagaimana cara kerjanya. 

Tak perlu berlama-lama lagi, mari sama-sama kita mempelajari uang kripto, termasuk apakah itu Bitcoin. Informasi lengkapnya ada pada penjelasan berikut.

 

  • Apa itu kripto (crypto)?

Secara umum, crypto adalah mata uang virtual yang keamanannya dijamin dengan kriptografi. Kriptografi membuat uang kripto tidak mungkin dipalsukan atau dibelanjakan secara ganda. Jadi, meskipun digunakan secara virtual, tidak mungkin ada pemalsuan yang merugikan pemiliknya.

Mengapa uang kripto menjadi populer belakangan ini? Alasannya adalah karena aset digital ini tidak terikat oleh otoritas pusat, seperti bank. Dengan menggunakan jaringan terdesentralisasi dari teknologi Blockchain, sistem pendistribusiannya bisa melalui berbagai komputer.

Sistem yang terdesentralisasi tersebut berada di luar kendali pemerintah serta otoritas yang terpusat. Tidak ada yang mengontrol aset virtualmu ketika memiliki uang kripto.

Terlebih lagi, saat ini berbagai negara sudah mulai mengizinkan penggunaan uang kripto. Kamu pun bisa membelanjakannya untuk transaksi lintas negara.

  • Bagaimana cara kerja cryptocurrency?

Cryptocurrency didukung oleh teknologi bernama blockchain. Teknologi inilah yang menjamin keamanan transaksi secara online meskipun tanpa menggunakan campur tangan pihak ketiga. Uang kripto dilindungi berbagai algoritma dan enkripsi dan kriptografi yang mengacu pada teknologi blockchain.

Lalu, tahukah kamu apa itu teknologi blockchain? Inilah inti dari fungsionalitas uang kripto. Kita perlu mempelajarinya agar paham bagaimana cara kerja uang kripto.

  • Apa itu Blockchain?

Teknologi blockchain adalah mekanisme basis data lanjutan yang memungkinkan berbagi informasi secara transparan dalam jaringan bisnis. Basis data blockchain menyimpan data dalam blok yang dihubungkan bersama dalam sebuah rantai. Data bersifat konsisten secara kronologis karena Anda tidak dapat menghapus atau mengubah rantai tanpa konsensus dari jaringan. Akibatnya, Anda dapat menggunakan teknologi blockchain untuk membuat buku besar yang tidak dapat diubah atau tetap untuk melacak pesanan, pembayaran, akun, dan transaksi lainnya. Sistem memiliki mekanisme bawaan untuk mencegah entri transaksi yang tidak sah dan menciptakan konsistensi dalam tampilan bersama dari transaksi ini.

Pertama-tama, kita bisa mencoba memahami apa itu   melalui namanya. Pada dasarnya, blockchain merupakan sekumpulan blok yang terhubung dalam sebuah buku besar online. Masing-masing blok berisi satu set transaksi yang sudah terverifikasi secara independen oleh setiap jaringan.

Ketika ada transaksi, misalnya saja antara si A dan si B. A ingin mengirim kripto ke B. Transaksi ini direpresentasikan secara online sebagai satu set blok. Kemudian, blok tersebut disebarkan ke setiap jaringan network yang terdesentralisasi. Jika sudah ada persetujuan dari sistem jaringan, transaksi tersebut pun valid.Kemudian, blok akan ditambahkan di dalam buku besar online  yang mana memberikan catatan transaksi yang tak terhapus dan transparan. Uang kripto pun terkirim dari A ke B. Kamu bisa melihat gambar berikut untuk lebih jelasnya.



Jenis Crypto yang populer

Ada berapa jenis uang kripto di dunia? Seiring dengan semakin berkembangnya waktu, ada banyak sekali koin-koin kripto yang muncul. Dari sekian banyak uang kripto yang ada, dua yang paling populer adalah Bitcoin dan ETH.

Satoshi Nakamoto adalah orang yang menggagas Bitcoin. Ia memperkenalkan konsep uang kripto pertama kali pada tahun 2008. Lalu, Bitcoin pun tersedia pada tahun 2009. Saat ini, Bitcoin menjadi uang kripto yang paling populer saat ini, di mana nilainya pun terus mengalami fluktuasi hingga sekarang.

Saat ini, 1 Bitcoin setara dengan 27,911.50 USD atau sekitar Rp 418 juta. Ini bukan titik tertinggi. Pada bulan Oktober 2021, nilai 1 Bitcoin pernah mencapai Rp 930 juta.

Jenis koin kripto lainnya yang populer adalah Ethereum atau yang sering kita sebut dengan ETH. Sama seperti Bitcoin, nilai ETH juga sangat besar. Saat ini, 1 ETH bernilai Rp27 juta. Pada November 2021 lalu, saat nilai semua aset kripto naik, nilai 1 ETH bahkan sempat mencapai Rp 67,3 juta.

  • Bagaimana Cara Menggunakan Crypto?

Setiap koin kripto memiliki fungsinya masing-masing. Tidak semua uang kripto sah di dunia. Uang kripto yang sah, seperti BTC dan ETH bisa digunakan membeli barang, trading, atau investasi. Kemudian, koin yang dikeluarkan oleh perusahaan atau platform tertentu bisa kamu gunakan untuk berbelanja di platform tersebut.

Untuk koin-koin yang memang sudah sah, kamu bisa membelanjakannya layaknya menggunakan uang biasa. Yang penting adalah Bitcoin atau Ethereum ada sebagai salah satu alat pembayaran.

Penutup

Pada era yang semakin berkembang, kamu pun perlu mengikuti perkembangan zaman. Untuk mengamankan aset, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli aset digital berupa uang kripto. Saat ini, crypto bisa kita beli dari berbagai platform lokal. 

Setelah mempelajari apa itu kripto, kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk membeli uang kripto. Jangan lupa untuk terus mempelajari semua hal tentang kripto agar bisa menentukan mana aset terbaik yang paling menguntungkan. Dengan begitu, kamu pun bisa memiliki aset digital yang aman dan berprospek.





 


Aster merupakan salah satu proyek DeFi yang lahir dengan ambisi besar untuk mengisi celah antara pengalaman trading bursa terpusat (CEX) dan desentralisasi penuh yang ditawarkan DEX. Dengan menggabungkan model orderbook dan AMM, Aster berusaha menghadirkan kedalaman likuiditas, kecepatan transaksi, serta transparansi yang dibutuhkan trader profesional. Komunitasnya cukup kuat karena didukung oleh YZi Labs (ex-Binance Labs), yang bukan hanya memberi modal, tetapi juga akses ke ekosistem Binance, mitra strategis, dan jaringan global. Dukungan publik dari CZ juga menjadi faktor penting yang membuat proyek ini lebih mendapat perhatian, meski keterlibatannya sebatas dukungan strategis, bukan operasional. Dari sisi utilitas, token ASTER jelas memiliki fungsi riil: sebagai alat bayar biaya transaksi, staking untuk reward, governance untuk partisipasi pengambilan keputusan, serta insentif bagi liquidity provider.

Teknologi yang dipakai Aster juga menarik karena mendukung perdagangan perpetual dengan leverage tinggi, beroperasi multi-chain di jaringan besar seperti BNB Chain, Ethereum, Arbitrum, dan Solana, serta memiliki roadmap ke arah zk-technology untuk keamanan dan privasi yang lebih baik. Tokenomics-nya terbilang cukup sehat dengan supply terbatas dan vesting schedule yang mengurangi risiko pelepasan token besar-besaran oleh tim atau investor awal. Secara ekonomi, nilai token ASTER akan sangat bergantung pada volume transaksi yang terjadi di platform; semakin banyak trader yang beralih ke Aster, semakin tinggi permintaan token ini.

Alasan berinvestasi di Aster bukan hanya karena dukungan Binance Labs dan pasar derivatif yang memang paling besar di crypto, tetapi juga karena desain hybrid-nya memberi keunggulan kompetitif terhadap DEX lain. Namun, investor tetap perlu berhati-hati, karena risiko kompetisi dengan pemain besar seperti dYdX, GMX, dan Hyperliquid masih sangat tinggi. Jika Aster gagal membangun komunitas pengguna aktif dan menarik volume trading besar, token ASTER bisa kehilangan momentum. Di sisi lain, jika adopsinya berjalan sesuai ekspektasi, Aster berpotensi menjadi salah satu pemain utama di sektor perpetual DEX dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.


CZ Said : Humor yang meremehkan akhir pekan. Dua kata baru yang saya pelajari minggu ini:
DisAster
Hiperlikuidasi
(setidaknya berusaha bersikap adil)

Kalau dilihat dari latar belakang dan riset yang ada, alasan Leonard (sebagai lead strategist di Aster) membuat koin ASTER sangat erat dengan visi besarnya untuk membangun DEX generasi baru yang bisa menyaingi pengalaman trading di bursa terpusat (CEX). Ada beberapa poin penting kenapa dia dan tim memilih membuat koin ini:

  1. Menyatukan Proyek Lama (Astherus + APX Finance)Leonard sebelumnya sudah terlibat di ekosistem DeFi lewat Astherus dan APX Finance.Daripada berjalan terpisah, ia menggabungkan keduanya menjadi Aster dengan token baru (ASTER) sebagai fondasi ekosistem.

  2. Memberi Utilitas & Ekonomi untuk PlatformASTER dibuat agar ada “jantung ekonomi” di dalam Aster DEX: untuk bayar fee, staking, governance, dan insentif.Tanpa token sendiri, platform hanya jadi sekadar aplikasi trading tanpa nilai tambah untuk komunitas.

  3. Menarik Komunitas & Likuiditas Token ASTER dipakai untuk memberi insentif pada liquidity provider dan komunitas trader.Dengan begitu, Aster bisa bersaing dengan DEX lain seperti dYdX atau GMX yang juga bertumpu pada token native mereka.

  4. Membangun Identitas & Brand Baru ASTER tidak hanya sekadar token utilitas, tetapi juga simbol rebranding setelah merger.Dengan token ini, Aster bisa berdiri sebagai proyek independen dengan brand yang lebih kuat.

  5. Menjadi Alternatif Transparan terhadap CEXLeonard melihat bahwa pasar perpetual (derivatif) di crypto sangat besar, tetapi masih dikuasai CEX (Binance, OKX, Bybit).ASTER diciptakan untuk menarik trader ke sistem yang lebih transparan, desentralisasi, tapi tetap nyaman seperti CEX.


 

Mindset adalah pola pikir, keyakinan dan pandangan mendasar pada diri individu, lingkungan sekitar, dan situasi dan peristiwa, termasuk dunia kerja. Mindset merupakan lensa seseorang dalam memandang kemampuan pribadi, respon terhadap kegagalan, sikap terhadap tantangan, dan kemauan untuk berkembang. Mindset sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mengambil keputusan, menghadapi tantangan dan melihat peluang hidup.

Menurut dr. Carol S. Dweck, yang mempopulerkan konsep ini, mindset  terbagi 2 yaitu :

Fixed Mindset, pola pikir yang membuat seseorang percaya bahwa kemampuan, kecerdasan atau bakatnya adalah hal yang tetap dan tidak bisa diubah. Orang dengan fixed mindset cenderung menghindari tantangan karena takut gagal, merasa tidak perlu belajar hal baru, dan sering kali berhenti mencoba ketika menghadapi kesulitan

Growth Mindset, pola pikir di mana seseorang percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan bisa dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan pengalaman. Orang dengan pola pikir ini lebih terbuka pada tantangan, tidak takut gagal, dan selalu ingin belajar untuk menjadi lebih baik.

Orang dengan fixed mindset menunjukkan perilaku sebagai berikut :

1. Menghindari tantangan, cenderung enggan untuk menyelesaikan tugas yang menantang dan menganggap tugas yang sulit bukan sebagai tantangan yang menarik dan  harus diatasi.

2. Mudah menyerah dan enggan mengambil sikap lagi, hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun untuk mengatasi kesulitan.

3. Kurang memiliki aspirasi dan komitmen yang tinggi untuk meraih sasaran yang menantang.

4. Saat menghadapi masalah, cenderung fokus pada kesulitan yang dihadapi, dan kurang memperhatikan pada solusi apa yang dapat diambil. Orang fixed mindset malah menyalahkan pihak lain saat dia menghadapi masalah, dia tidak melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah dan meratapi nasibnya yang suram.

5. Saat menghadapi kegagalan, cenderung lambat untuk bangkit kembali, dan merasa kegagalan ini adalah bukti bahwa dirinya tidak berkompeten. Saat gagal mencari alasan yang mendukung kegagalannya dan tidak mau berusaha mencoba cara baru.

6. Menolak segala macam kritikan dari orang lain.

7. Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

 

Sedangkan orang dengan Growth Mindset menunjukkan perilaku antara lain :

1. Memandang tugas atau pekerjaan yang menantang sebagai sebuah tantangan yang harus diatasi dan pasti bisa dikuasai.

2. Saat menghadapi masalah dan kendala, dia akan fokus pada penyelesaian masalah dan solusi dan melakukan perbaikan kualitas action yang diambil.

3. Saat menghadapi kegagalan, segera melakukan evaluasi/ perbaikan dan segera merumuskan beragam tindakan yang lebih efektif agar mampu meraih hasil yang lebih baik di masa depan.

4. Mampu memulihkan diri dengan cepat saat dihadapkan ketika menghadapi kegagalan atau situasi yang tidak sesuai dengan harapannya.

5. Menerima segala macam kritikan karena kritikan merupakan sebuah pembelajaran bagi dirinya dan menjadi tantangan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

6. Belajar dan mencari inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Dari perbedaan antara orang yang memiliki growth mindset dan fixed mindset dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang memiliki growth mindset akan memiliki mental yang lebih tangguh, optimis, dan lebih konsisten dalam melakukan action. Orang dengan pola pikir growth mindset punya kesempatan lebih besar untuk memiliki masa depan yang cemerlang dan sukses. Sebaliknya orang dengan fixed mindset  akan cenderung pesimis, kurang tekun dalam melakukan usaha, dan kurang kreatif mencari solusi saat menghadapi masalah. Orang dengan pola pikir fixed mindset biasanya memiliki masalah yang kurang baik dan susah untuk mencapai kesuksesan.

Orang yang memiliki pemikiran growth mindset percaya bahwa kecerdasan dan keterampilan dapat dikembangkan dan ditingkatkan melalui ketekunan dan keuletan. Orang yang punya mindset berkembang jika menghadapi masalah dianggap sebagai tantangan, mampu bertahan dan mencari solusi jika menghadapi suatu permasalahan, jika menerima kritikan dari orang lain hal itu dipandang sebagai bahan pembelajaran dan menjadikan kesuksesan orang lain sebagai bahan inspirasi bagi dirinya. Dengan memiliki pola pikir growth mindset kita akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan atau skills, berani mencoba hal-hal baru, dan belajar ilmu-ilmu baru.

Untuk memiliki growth mindset ini, maka yang perlu dilakukan adalah :

a. Fokus dalam mencapai target dan tujuan. Dengan berfokus pada tujuan, maka kita akan mengetahui apa yang perlu dilakukan.

b. Mau terus belajar dan mengembangkan diri.

c. Menerima kritik serta saran.

d. Fokus pada solusi bukan masalah. Jika yang dipikir hanya masalahnya, maka tidak akan pernah selesai masalah tersebut.

e. Berpikir positif dan realistis.

f. Menghargai proses untuk mencapai suatu tujuan. Untuk memenuhi keinginan atau cita-cita maka yang difokuskan jangan hasil akhirnya tapi yang perlu difokuskan adalah prosesnyaUntuk meraih cita-cita tersebut maka perlu dirumuskan proses apa yang akan dilakukan.

Growth mindset membantu seseorang menjadi lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi tantangan di tempat kerja. Mereka melihat tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan diri, bukan sebagai hambatan yang tak teratasi. Mereka memiliki sikap yang positif dan tekad yang kuat untuk mengatasi rintangan, mencari solusi, dan terus maju. Dengan memiliki pola pikir growth mindset kita bisa menjadi pribadi yang tahan banting dalam menghadapi permasalahan, dan tidak mudah menyerah. Orang yang tangguh akan mampu menjalani proses yang panjang dan selalu mampu menemukan solusi saat beragam problem dan kendala datang menghadang.

Contact Me

Contact With Me

  • Jalan Pendidikan
  • 082kapan"ber2
  • Firmansyah.mks2006@gmail.com
  • knowlagi.my.id